Masih hangat dalam ingatan, salah satu tugas penghuni baru adalah mendapat jatah giliran masak untuk seluruh penghuni asrama. Malam pertama tinggal di Asrama Bumi Rengganis, aku sudah diserahi tugas untuk memasak. TM (tim pendamping) calon penguni baru hanya memberikan uang plus jumlah orang dan beberapa catatan resep dan daftar orang2 yang mengidap alergi terhadap makanan tertentu. Buku sakti berukuran setengah folio panjang memuat beberapa resep dan catatan belanja penghuni2 sebelumnya.Semalaman aku membacanya dan memikirkan menu yang pas untuk besok pagi.
Akhirnya aku memasak oseng kangkung dan telor ceplok. Pagi pagi buta selateh piket harian jam 4 pagi, jam 5 pagi aku pergi ke pasar simpang dago (ramai sekali, meski dingin menusuk tulang). Singkatnya aku belanja telor dan kangkung sebagai menu utama.
Proses memasak berlangsung lama untuk pertama kali, hampir 2 jam dari 1 jam yang aku perkirakan. Di tambah lagi, aku harus menceplok telor satu - satu yang jumlahnya hampir 24 buah. Menata sayur dan lauk untuk kemudian dimasukkan ke dalam loker masing - masing. Sayur kutaruh dimangkok atau boleh dibilang sebuah kobokan yang mirip buat makan di penjara. Akhirnya acara memasak selesai juga, semua barang dicuci bersih dan untungnya ada Bi Yayu yang selalu setia menemani.
Sebulan berikutnya,gara2 masak oseng kangkung and telor ceplok doank. Aku kena marah karena menurut senior menu itu terlalu sederhana. Apa boleh buat, semua sudah terjadi dan hukuman berupa membersihkan kamar mandi semua menjadi gantinya..
Aku ingin pergi saja waktu itu. Kapan masa capeng ini berakhir...